Hal itu diungkapkan langsung istri MA, SM (31 tahun), yang tidak pernah menyangka kalau suaminya menjadi pelaku aksi peledakan bom dan penyerangan membabi-buta.
SM menyatakan baru mengetahui sosok MA menjadi salah satu pelaku pengeboman setelah datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahunya tadi siang setelah pulang dari rumah sakit. Saya yakin itu suami saya, terlihat dari baju birunya," ujar SM di depan kediamannya ketika polisi menggeledah rumahnya, semalam.
"Oh tidak mengerti saya. Kalau ngaji ya ngaji, cuma yang dekat sini saja. Seminggu sekali bakda subuh," ujar SM.
Ia juga mengaku tidak mengenal rekan-rekan MA yang diduga menjadi pelaku teror di Thamrin.
"Kalaupun ada temannya, saya tidak pernah lihat. Soalnya saya ada di dalam rumah saja. Dia (MA) hanya ngobrol biasa saja. Sudah lama banget itu," kata SM.
"(MA) tidak bicara apa-apa. Hanya diam saja tidak mengeluarkan kata apa-apa. Langsung jalan setelah sarapan," ujar SM.
SM mengatakan polisi telah menggeledah rumahnya tidak lama setelah oleh tempat kejadian perkara di Thamrin dilakukan. Menurut SM, ada sejumlah barang yang dibawa oleh polisi, di antaranya pakaian dan sejumlah dokumen milik suaminya.
"Dompet dan telepon genggam saya juga (diambil polisi)," ujar SM.
Hingga kini SM tidak tahu harus bertindak apa. Ia pasrah dan siap diperiksa oleh petugas kepolisian terkait kasus terorisme tersebut.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tiga petugas Pusat Laboratoriun Forensik Mabes Polri dengan membawa alat khusus masuk ke dalam rumah pelaku MA dan melakukan olah TKP.
Sejumlah barang terlihat diperiksa oleh petugas Labfor. Polisi bersenjata lengkap juga terlihat melakukan penjagaan di depan dan sekitar area rumah MA.
"Olah TKP ini dalam rangka mendapatkan keterangan dan alat bukti yang bersifat scientific investigation di dua lokasi dari dua terduga teroris yang tewas," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di lokasi oleh TKP.