“Kebutuhan Munas Bersama yang dipersiapkan oleh Tim Transisi menjadi suatu keharusan dalam menyelamatkan Partai Golkar dari kehancuran. Aburizal Bakrie (Ical) dan kroninya harus sadar akan hal itu,” kata inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Sirajuddin Abdul Wahab kepada CNN Indonesia.com, Selasa (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua janji target dan capaian Partai Golkar, lanjut Sirajuddin, hanya isapan jempol belaka. “Diperparah lagi dengan hasil Pilkada serentak tahun 2015, Golkar mengalami kekalahan terparah dalam sejarah Pilkada langsung,” tuturnya.
“Apalagi yang harus dipertahankan dari semua itu, justru saya bertanya, apa kontribusi terbesar Aburizal Bakrie selama memimpin Partai Golkar? Justru Partai Golkar gagal dan yang tersisa hanya janji-janji saja,” kata dia.
Menurut Sirajuddin hal teersebut bukan soal kuat-kuatan antara Ical dan Jusuf Kalla, namun substansinya adalah bagaimana Partai Golkar harus diselamatkan dari kehancuran dan Partai Golkar harus bisa beradaptasi dengan kondisi kekinian. “Ical hanya melihat Partai Golkar pada sisi struktural dan prosedural semata, sisi lain dia menafikan fakta sosial saat ini tentang Partai Golkar yang tercerai berai,” ujarnya.
Dia menambahkan Generasi Muda Partai Golkar menganggap Ical bukanlah masa kini dan masa depan bagi Partai Golkar. “Saatnya Partai Golkar berubah, Munas 2016 menjadi pintu masuk untuk membawa pembaruan bagi Partai Golkar ke arah yang lebih baik ke depan,” tutur Sirajuddin. (obs)