"Kita carikan tempat yang bisa menampung 1.500 orang lebih, di sana akan dilakukan proses pemulihan ideologi dan keyakinan yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, psikolog, serta TNI-Polri," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (21/1).
Hal tersebut disampaikan Ganjar dalam rapat koordinasi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, MUI Jateng, TNI-Polri, dan Kementerian Agama Jateng terkait dengan kepulangan seribuan lebih eks anggota Gafatar dari Kalimantan Barat ke sejumlah daerah di Jateng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Pemprov Kalimantan Barat, TNI-Polri, terkait dengan identitas seribuan eks anggota Gafatar yang sebagian juga berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta Provinsi Jawa Timur.
Lihat juga:Anak Yogyakarta Gabung Gafatar di Mempawah |
Rencananya terdapat tiga KRI yang akan digunakan untuk mengangkut para eks-anggota Gafatar tersebut dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan waktu tiba diperkirakan dua hingga tiga hari kedepan.
Seperti diwartakan, massa membakar pemukiman para eks-anggota Gafatar di Moton Panjang, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (19/1).