"Dilakukan pemindahan secara rutin misal dua bulan sudah dipindah. Artinya, yang bersangkutan tidak bisa merekrut anggota baru," kata Akbar ketika dihubungi, Sabtu (23/1).
Akbar menjelaskan, strategi ini belum dapat dilakukan secara efektif. Minimnya alokasi anggaran menjadi penyebab utama. "Pemindahan kan butuh biaya juga," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Narapidana yang berpotensi memiliki risiko tinggi atau kelompok ideolog akan diberlakukan pengawasan ketat dengan penjagaan satu narapidana oleh satu penjaga. Mereka juga bakal dijebloskan ke dalam satu blok khusus.
Selain itu, strategi lain juga dilakukan dengan menggelar pelatihan manajemen konflik. Para napi dirangkul untuk mendiskusikan persoalan yang ada di masyarakat dan upaya pemecahan masalah yang damai.
Sementara itu, untuk mereka yang tingkat ancaman risikonya tidak terlalu tinggi akan diberikan pembinaan meliputi pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara, pemberian pengetahuan, dan pembekalan ketrampilan seperti berkebun.
Napi berkebun merupakan program yang digelar untuk menciptakan kepedulian terhadap tanaman. Napi juga diharapkan dapat menumbuhkan interaksi dengan tanaman tersebut. Program ini telah diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Sorong, Surabaya. (bag/bag)