"(Asumsi) ini luar biasa. Kami sangat tersanjung orang-orang seperti kami dinilai mau membangun negara. Kami tidak bermimpi membentuk negara dan menjadi penguasa," kata Mahful saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Selasa (26/1).
Bahkan, ujar Mahful, Gafatar tidak mau menerima kekuasaan meski ada tawaran demikian. Gafatar, kata dia, hanya bercita-cita mewujudkan kedaulatan pangan untuk mengantisipasi krisis pangan dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menjelaskan alasan anggotanya pindah ke Kalimantan dari tempat asal mereka masing-masing. Kalimantan dipilih karena dianggap sebagai wilayah yang subur, strategis, dan cocok untuk bertani.
Mahful juga mengatakan, Dewan Pimpinan Gafatar di daerah dibentuk untuk melakukan koordinasi terkait program kedaulatan pangan tersebut. Jadi, tegas Mahful, Dewan Pimpinan Daerah Gafatar bukan dibentuk untuk mewujudkan misi membentuk negara.
"Ada ribuan eks Gafatar di Kalimantan yang harus dikoordinasikan. Kami hanya bertujuan memakmurkan negeri ini dengan apa yang ada di alam semesta. Syukur-syukur Indonesia bisa menjadi mercusuar dunia," ujar Mahful.
Mahfud datang ke YLBHI didampingi beberapa eks anggota Gafatar, antara lain Wisnu Windhani, Tubagus Abduh, Muchtar Asni, Munandar, Jusuf Damarjati, Heru Mulyantoro, serta Ratna.