"Apa yang tidak ada hubungannya dalam kasus ini terkesan dipaksa disambung-sambungkan untuk menjadi sebuah bangunan utuh. Bahwa ada dugaan konspirasi di balik kasus ini, saya cenderung untuk mengatakan iya," kata Siane saat dihubungi, Kamis (28/1).
Siane berharap Kepolisian bisa melakukan penelusuran secara lebih luas dan mendalam dalam mengungkap kasus Mirna yang menurut hasil uji laboratorium forensik Mabes Polri meninggal akibat kopi yang dibubuhi sianida. Penanganan kasus pun diharapkan Siane tak terlalu digembar-gemborkan ke media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siane, mewakili Komnas HAM, telah menerima aduan dari Jessica Kumala Wongso, salah satu saksi penting kematian Mirna. Kepada Siane, Jessica meengeluh diperlakukan tak adil bak tersangka.
Menurut Siane, opini dan pemberitaan liar saat ini telah membuat Jessice dilanda depresi berat. Sahabat Mirna itu, kata Siane, limbung dan tidak tahu lagi harus mengadu ke siapa, sampai akhirnya mencurahkan semua pengalamannya ke Komnas HAM.
Lihat juga:Siane Sebut Ada Duka di Balik Senyum Jessica |
"Tidak ada. Kalau dengar di media, pengacaranya justru menyatakan polisi memperlakukan dia dengan baik," ujar Krishna di Markas Polda Metro Jaya.
Krishna mengatakan ada parameter dan indikator dalam setiap pelanggaran HAM. Dia lantas menanyakan siapa yang akan dijadikan terlapor jika Jessica berencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
"Kalau melapor ke Komisi Nasional HAM, yang (polisi) dilaporin siapa? Kan saya tidak tahu," ujar Krishna. Polisi yang dimaksud Krishna ialah yang disebut Jessica memperlakukannya dengan kasar.
"Siapa? Kalo ada ya laporkan. Sebutkan namanya, orangnya, pangkatnya. Kan belum tentu polisi juga. Banyak yang ngaku-ngaku polisi . Kalau benar polisi, dia melanggar disiplin," ujar Iqbal.