Di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (28/1), Yulianto menjelaskan dirinya sedang menangani kasus dugaan korupsi pada restitusi (ganti kerugian) pajak yang diajukan PT Mobile-8 Telecom Tbk periode 2007-2009.
Pada 5 Januari lalu, kata Yulianto, dirinya mendapatkan pesan singkat bernada mengancam dari nomor yang tidak dikenal.
"Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah, yang benar, siapa yang penegak hukum siapa yang preman. Kekuasaan itu tak langgeng. Saya masuk ke politik tujuannya memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena," bunyi pesan itu sebagaimana dikutip Yulianto.
Lihat juga:Hary Tanoe: Hukum di Sini, Wani Piro? |
Awalnya, dia tidak menanggapi pesan tersebut. "Penyidik dapat ancaman itu biasa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yulianto enggan menyebutkan nama orang yang dia laporkan. Namun dalam surat Tanda Bukti Lapor TBL/69/I/2016/BARESKRIM, dituliskan pihak terlapor adalah Hary Tanoesoedibjo
Laporan tersebut diformalkan dengan nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Hary dituduh melanggar pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
CNNIndonesia.com belum berhasil menghubungi Hary pada nomor telepon yang dilaporkan mengirim ancaman kepada Yulianto. (sur)