Anggota Komisi Hukum DPR ini dilaporkan Dita ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan penganiayaan.
"Kalau dibilang saya mukul enggak benar banget itu," kata Masinton saat dihubungi, Sabtu (30/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia duduk depan. Supirku duduk disampingku, dan staf ahli ku bawa mobilku. Jemput mobil dia di kantor Partai NasDem," kata Masinton.
Lantas, Masinton menyebutkan Dita turun di MTH Square. Sempat ditawari berobat, namun Dita sebut Masinton menolak. Masinton pun heran ketika Dita melaporkan dirinya ke Bareskrim Polri, karena saat itu dia mengaku tak melihat ada darah di wajah Dita.
"Ini berarti kita udah tau kan motifnya politis. Aku dituduh mukul dia, ini pembunuhan karakter. Tanggal 21 sudah mau sepuluh hari, terus dia enggak masuk kirain pemulihan. Enggak ada apa-apa kok tiba-tiba aja," kata Masinton.
Seperti dikutip Detikcom, berdasarkan salinan surat laporan polisi yang diterima Minggu (31/1), laporan Dita tertuang dalam tanda bukti lapor nomor TBL/73/1/2016/Bareskrim dengan laporan polisi nomor: LP/106/1/2016/Bareskrim tertanggal 30 Januari 2016.
Laporan dibuat sendiri oleh Dita yang menyebut pekerjaannya sebagai Staf Ahli DPR RI. Dalam laporan itu, tercatat berusia 28 tahun, tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat. Sedangkan terlapor adalah Masinton Pasaribu anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Perjuangan.
Masinton dilaporkan atas perkara dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dijelaskan dalam pasal 351 KUHP. (stu)