Sutiyoso mengklaim penyerahan diri kesepuluh anggota OPM itu merupakan efek domino dari turun gunungnya Nurdin Ismail alias Din Minimi untuk gencatan senjata. Din Minimi pun kini kooperatif dengan pemerintah Indonesia.
"Memang benar ada sepuluh OPM yang menghadap saya. Perkara Din Minimi itu tersiar juga di sana (Papua) soalnya," kata Sutiyoso ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sutiyoso, selama ini tuntutan dari anggota OPM masih sederhana, yakni meminta untuk dibuatkan rumah rakyat. Program itu, kata dia, sebenarnya sudah dilaksanakan di kawasan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, yang dikenal sebagai markas OPM.
"Jalan-jalan supaya mengerti pembangunan. Kan seperti itu juga (nanti) di Papua," kata Sutiyoso.
Kesepuluh anggota OPM yang datang menemui Sutiyoso adalah Teranus Enumbi (Danton TPN OPM Tingginambut), Yandu Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), Telak Kogoya (anggota TPN OPM Tingginambut), Tendison Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), Paindin Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), Yalingga Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut).
Ada pula Berenggup Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), Kopinggup Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), Lendi Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut), dan Tendron Enumbi (anggota TPN OPM Tingginambut). (agk)