"Penganiayaan itu (terhadap Dita) bukan pertama kali terjadi. Ada kejadian sebelumnya tanggal 17 November, dan itu juga sudah dilaporkan ke security. Tapi karena yang bersangkutan (Masinton) minta jangan diperbesar, maka tidak dipublikasikan. Tapi nyatanya (penganiayaan) dilakukan lagi," kata pendiri LBH Apik, Nursyahbani Katjasungkana, di kantornya, Senin (1/2).
Kala Masinton pertama kali melakukan penganiayaan, ujar Nursyahbani, Dita tak melaporkannya ke aparat keamanan karena masalah sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai berkunjung ke LBH Apik, Dita langsung menuju kantor Komisi Nasional Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Sampai saat ini, Dita dan pendampingnya dari Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem DKI Jakarta masih melakukan pertemuan dengan Komisioner Komnas Perempuan.