Namun saat itu secara kelembagaan, Freemasonry belum terbentuk. Baru setelah anggota Freemasonry dari Inggris masuk, lembaganya mulai berdiri.
Bukti kedatangan Freemasonry bersama VOC ini menurut pengamat sejarah kemasonan Sam Ardi, bisa dilihat dari nisan serdadu VOC yang ada di Meseum Taman Prasasti, Jakarta Pusat. Di salah satu nisan di museum itu terdapat logo Freemasonry berupa jangka dan penggaris siku. Logo serupa juga ada di salah satu kuburan di Makam Pandu, Kota Bandung, Jawa Barat.
Gedung Kimia Farma, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juni 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku Stevens ditulis, Loji La Choisie membawahi wilayah Jawa, Sumatra, Malaka, Makassar, Ternate, Ambon, dan Banda. Pendirian loji ini disebut sebagai tindakan yang berani karena saat itu perkumpulan Freemasonry dimusuhi negara karena pengaruh para rohaniawan saat itu.
Ketidakhadiran Radermacher ini dinilai jadi salah satu penyebab loji Freemasonry pertama ini tak berusia lama.
Selang satu tahun setelah loji itu tutup, tahun 1767 muncul loji baru di Batavia yakni La Fidele Sincerite. Sementara pada tahun 1769 kembali muncul loji La Vertueuse.
Tahun 1967, saat Le Fidele Sincerite terbentuk, dianggap sebagai awal kehadiran Freemasonry Hindia Belanda. Pada tahun ini pula Freemasonry di daerah jajahan Belanda ini mulai terorganisir.
Sebagai pemimpin tertinggi ditunjuk Nicolaas Engelhard sebagai Suhu Agung Provinsial. Ia adalah Direktur dan Gubernur Pesisir Timur Laut Jawa Pemerintah Hindia Belanda.
Loji Mata Hari di Padang. Loji yang berarsitektur lokal itu mulai digunakan pada tahun 1931. (Dok Theo Stevens) |
Sementara loji Vertueuse berdiri 1769 berada di Jalan Molenvliet (kini Jalan Gajah Mada/Hayamwuruk).
Februari 1830, loji baru untuk Vertueuse dibangun di Jalan Budi Utomo di atas tanah hibah. Bangunan loji sampai sekarang masih ada yakni gedung Kimia Farma.
Tahun 1837 merupakan tahun penting bagi dua loji yang ada di Batavia. Le Sincerite dan Vertueuse sepakat untuk dilebur jadi satu loji besar yang diber nama De Ster in het Oosten (Bintang Timur).
Loji Bintang Timur ini bangunannya masih berdiri sampai sekarang yakni gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan Taman Suropati Nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat. (sur/sip)
Gedung Kimia Farma, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juni 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Loji Mata Hari di Padang. Loji yang berarsitektur lokal itu mulai digunakan pada tahun 1931. (Dok Theo Stevens)