"Indikasinya hidrogen sianida. Sianida itu larut dalam kopi Mirna. Tidak berwarna, pahit seperti almond," ujar Musyafak di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/2).
Hidrogen sianida merupakan senyawa kimia yang bisa didapat di toko kimia. Zat beracun tersebut umumnya digunakan untuk keperluan industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidrogen sianida ialah senyawa anorganik dengan rumus molekul HCN. Senyawa tersebut berbentuk cairan tak berwarna dan sangat beracun, dengan titik didih sedikit di atas suhu ruangan, 25.6 derajat Celcius.
"Bisa serbuk atau cair karena dua-duanya larut dalam air. Berbahaya juga dua-duanya," ujar Musyafak.
Musyafak menyebut semua jenis sianida sangat berbahaya jika terkonsumsi oleh manusia. Sianida yang tercampur air dan terkonsumsi oleh manusia, kata dia, akan menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh.
"Sianida cukup cepat berdifusi dengan jaringan sel tubuh. Lima belas detik pun bisa masuk langsung dalam sel tubuh. Tiga menit bisa mempengaruhi frekuensi napas, cepat dan dangkal. Bisa memicu gangguan aktivitas otot jantung yang mengakibatkan kematian,” kata Musyafak.
Oleh sebab reaksi sianida yang cepat itu, tubuh memerlukan banyak oksigen. “Maka frekuensi pernapasan butuh lebih banyak, 8 sampai 10 menit,” ujar Musyafak.
"Sampel positif sianida, di lambung (Mirna) juga ada. Kuantitasnya tidak perlu diperdebatkan," ujar Musyafak.
Mirna tewas usai meminum kopi vietnam yang telah dicampur sianida. Ketika peristiwa itu terjadi, Mirna sedang bercengkerama dengan Jessica Kumala Wongso dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia Jakarta, 6 Januari.
Jessica kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dalam kasus kematian Mirna, dan ditahan Polda Metro Jaya.