Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meluncurkan SPAN dan UM-PTKIN berpendapat PTKIN punya peran penting karena memiliki konteks ke-Indonesia-an. Ia menilai PTKIN bukan hanya punya peran dalam hal penguatan spiritualitas melainkan juga turut mencerdaskan bangsa.
"Itulah mengapa PTKIN hadir di negeri ini. Lembaga pendidikan Islam hadir di masyarakat karena agama punya peran yang sangat strategis," kata Lukman di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan kuota tersebut merupakan salah satu upaya perluasan akses bagi masyarakat untuk bisa mengenyam bangku perguruan tinggi, terutama di perguruan tinggi keagamaan Islam," kata Ketua Umum SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN, Abd A'la.
Lebih lanjut, Abd A'la mengatakan pada tahun ini penilaian untuk SPAN yang semula hanya nilai siswa selama tiga semester akan ditingkatkan menjadi lima semester.
Jalur SPAN-PTKIN merupakan jalur masuk perguruan tinggi keagamaan Islam seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Sekolah-sekolah tersebut mendapatkan kuota sesuai akreditasi sekolah, mulai dari 75 persen bagi sekolah dengan akreditasi A, 50 persen (akreditasi B), 20 persen (akreditasi C), dan 10 persen (untuk akreditasi lainnya).
Pendaftaran untuk SPAN dan UM-PTKIN dilakukan secara online di situs span-ptkain.ac.id dan um-ptkin.ac.id. (pit)