"Cara mengalahkan Ahok gampang, bagaimana dia (lawan) bisa membuktikan dan memiliki fakta bahwa dia sudah berkarya sebagaimana yang Ahok lakukan," kata Kristiadi saat ditemui di kawasan Kaibata, Jakarta Selata, Minggu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kristiadi mengatakan, calon kuat adalah mereka yang bisa membuktikan kontribusinya dalam memperbaiki kondisi Jakarta. Bukti tersebut menjadi modal calon gubernur selama mengikuti kampanye Pilkada nantinya.
Kristiadi enggan berkomentar mengenai pasangan yang layak mendampingi Ahok. Namun menurutnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mulai menunjukkan kecocokan selama berduet dengan Ahok di pemerintahan.
"Yang cocok mendampingi Ahok adalah Ahok sendiri yang mengerti," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, CSIS merilis hasil survei mengenai Pilkada Jakarta. Berdasarkan hasil surveinya, tercatat bahwa tingkat popularitas Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta menduduki peringkat pertama, sebanyak 94 persen. Disusul Tantowi Yahya 81 persen dan Ridwan Kamil 71,25 persen.
Sementara tingkat elektabilitas Ahok juga memperoleh peringkat teratas, yaitu 43,25 persen. Di posisi kedua yaitu Ridwan Kamil sebanyak 17,25 persen, disusul Tri Rismaharini sebanyak 8 persen. (sur)