Pesawat ini akan digunakan sebagai alat transportasi untuk daerah-daerah perintis, dan bakal dioperasikan oleh Skadron Udara 4 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
NC212-200 tersebut merupakan realisasi dari kontrak kerja sama antara PTDI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang ditandatangani 18 Juli 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompartemen kargo pesawat ini dapat menampung 18 penumpang dan barang bawaan mereka, atau 16 pasukan terjun payung lengkap, termasuk dapat memuat kendaraan di dalamnya.
"Kami berharap seluruh jajaran TNI, khususnya TNI AU, dapat terus memanfaatkan dan menggunakan produk dan jasa PTDI dalam memperkuat armada udaranya," ujar Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PTDI Sukatwikanto.
"Kepercayaan yang telah diberikan pemerintah kepada PTDI membuat kami berkomitmen untuk memperkuat alutsista (alat utama sistem senjata) TNI agar ketahanan negara dapat terus ditingkatkan dan kemandirian bangsa untuk menguasai teknologi kedirgantaraan tercapai," kata Sukatwikanto.
Beberapa waktu lalu, TNI AU sempat menyebut PTDI lambat menyelesaikan pesanan mereka untuk jenis helikopter. Tudingan lamban itu dilontarkan di tengah ramai pemberitaan TNI hendak mengimpor helikopter VVIP AgustaWestland AW101 produk Italia-Inggris –yang kemudian dibatalkan Presiden Jokowi
Direktur Utama PTDI Budi Santoso menjamin hal tersebut tak bakal terulang. Ia mengklaim perusahaannya makin profesional dalam mengerjakan pesanan pesawat.