“Banyak pelanggaran hak asasi manusia yang belum tuntas diusut di Papua. Tahun kemarin saat menggelar forum tingkat Pasifik, ULMWP sepakat mengirim Tim Pencari Fakta ke Papua,” kata Victor kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Victor, ULMWP lantas meminta Perdana Menteri Papua Nugini mengirim surat ke Jokowi. “Minta izin agar Tim Pencari Fakta ULMWP diberi izin melakukan investigasi pelanggaran HAM di Papua.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Victor menyebut keanggotaan Tim Pencari Fakta itu lintas negara. “Dari negara-negara anggota Pacific Islands Forum. Ada 16 negara tergabung di situ.”
Gerakan Pembebasan Papua kemarin mendirikan kantor pertama mereka di Papua, yakni di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Ke depannya mereka juga berencana meresmikan kantor di Jayapura, ibu kota Papua.
Selain di Wamena, kantor Gerakan Pembebasan Papua juga berdiri di Vanuatu dan Kepulauan Solomon. Kantor ULMWP di Solomon baru diresmikan bulan Januari.
Informasi lengkap soal pendirian kantor Gerakan Pembebasan Papua di Wamena belum didapat oleh Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw. Dia menyebut Kepolisian masih fokus memburu kelompok kriminal bersenjata di Papua.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso menyatakan pemerintah Republik Indonesia akan terus menerapkan pendekatan lunak terkait berbagai masalah di Papua. BIN juga sejak akhir tahun lalu mengemukakan rencana untuk membentuk satuan tugas khusus untuk menangani persoalan separatisme di Papua.