Menurut salah satu warga Kalijodo, Leonard Eko Wahyu, pada saat ini pepohonan sulit tumbuh di kawasan itu. Kondisi jauh berbeda dengan Kalijodo periode 1980an yang hijau.
"Mau buat ruang terbuka hijau di sini, di mananya? Saya tanam pohon kelapa udah 3 tahun masih kecil dan pendek, tidak tumbuh karena di sini tuh beton semua," kata Leonard, di Kalijodo, Selasa (16/2/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cerita Remy Sylado Soal Asal Mula Kalijodo |
"Sudahlah rumah susun untuk korban gusuran tempat lain saja," katanya.
“Dulunya daerah ini areal pertanian, banyak tanaman,” kata Abu.
Menurut Abu, sejak hidup di Kalijodo dari puluhan tahun lalu belum pernah ada wacana penggusuran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap warga di sana. Penggusuran memang sempat dilakukan satu kali oleh pemerintah. Namun, kala itu penggusuran dilakukan di kawasan Kalijodo yang terletak di lahan seberang Jalan Kepanduan II.
"Saya ke Kalijodo soalnya kalau jualan di sini lebih laku dari tempat lain,” kata Abu.
Menurut Abu, Kalijodo yang sesungguhnya sudah dibangun sebagai jalan tol. Sedangkan daerah yang ditempatinya saat ini merupakan lokasi di seberang Kalijodo yang disebut Jembatan II Pintu Air.