Teddy mengatakan keberadaan TNI di kawasan tersebut merupakan dukungan pihaknya untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai kawasan yang tertib.
"Tidak ada yang terimindasi. Tidak ada itu senjata. Jika nanti Kepolisian RI meminta, kami dukung semaksimal mungkin," ujar Teddy usai apel persiapan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5 di Lapangan Jayakarta, Markas Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap membantu penertiban. Kalau pengaman ibukota salah satunya itu. Kalau ibu kota tertib, bisa jadi barometer. Jakarta harus tertib," ujar Edy.
Sebelumnya, Ahok menyatakan anggota polisi dan TNI sudah melakukan gelar untuk menertibkan kawasan Kalijodo. Para aparat tersebut berjaga untuk menutup pintu masuk menuju kawasan tersebut.
"Polisi dan TNI sudah gelar pasukan untuk sosialisasi, kita akan tutup dulu (pintu masuknya)," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/2).
Menurut Ahok, penutupan bertujuan untuk mencegah orang-orang yang bukan warga Kalijodo mendatangi kawasan yang kerap disebut lokasi prostitusi tersebut.
"Kami tutup supaya pelanggan tak ada yang ke sana, jadi orang luar tak boleh masuk ke sana jika sudah malam," ujar Ahok.
Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi menyatakan proses penggusuran Kalijodo akan dilakukan setelah berlangsungnya KTT OKI yang digelar di Jakarta pada 6-7 Maret 2016.
"Mungkin eksekusi (penggusuran Kalijodo) akan dilakukan setelah KTT OKI. Sekarang hanya persiapan saja," ujar Anas saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/2).
Menurut Anas, sebelum eksekusi akan dilakukan sosialisasi dan pemberian surat peringatan untuk mengosongkan kawasan tersebut.
(obs)