"400 anak panah itu untuk apa? Itu untuk perang-perangan orang tertentu yang punya kafe," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2).
Lihat juga:Germo Kalijodo Ditangkap Polisi |
Keberadaan anak panah ini menurutnya jadi bukti bahwa masih ada yang tidak setuju rencana penggusuran. Ahok, sapaan Basuki, menuding pengelola kafe yang masih keberatan Kalijodo digusur untuk dijadikan ruang terbuka hijau.
Sementara warga Kalijodo sendiri mayoritas tak mempermasalahkan rencana penggusuran. Mereka sudah paham bahwa tanah yang mereka tempati kini milik negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang gereja sudah kirim surat ke saya dan mengatakan akan taat pada pemerintah, mereka akan bongkar sendiri gejera mereka," kata Ahok.
Anak panah, busur, senapan angin serta beberapa senjata tajam ditemukan petugas saat razia digelar pada Sabtu pekan lalu di Kalijodo. Anak panah tersebut ditemukan di salah satu kafe yang ada.
"Ditemukan ratusan tombak, anak panah, golok, samurai, dan badik," kata Krishna di lokasi.
Ketika ditanya apakah senjata tersebut akan digunakan untuk melawan aparat, Krishna tidak bisa memastikan.
"Kami belum tau, tadi dua orang yang ada di situ kami amankan, kami bawa ke kantor untuk di-BAP (periksa)," kata Krishna. (sur)