"Saat ini tawaran untuk menggabung pengelolaan sampah secara terpadu dengan daerah lain baru datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto, di Cikarang, Senin(22/2/2016) seperti dilaporkan Antara.
"Namun titik pengolahannya di mana, kami belum tentukan. Salah satu usulannya berada di Karawang, Jawa Barat," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biayanya bisa miliaran rupiah kalau dengan teknologi modern sehingga sampah bisa dijadikan energi listrik," katanya.
"Kita tunggu keinginan seperti apa. Ini persoalan 'tiping fee' bahwa Pemda harus bayar sampah yang masuk. Tapi pastinya bisa lebih ringan dari pengelolaan secara sendiri-sendiri," katanya.
Armada Sampah Bertambah
Pemerintah Kabupaten Bekasi rencananya menambah jumlah armada truk sampah pada 2016. "Saat ini truk sampah yang ada hanya berjumlah 76 unit dari estimasi kebutuhan sekitar 115 hingga 120 unit," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto.
Menurut dia, sampah yang diproduksi warga dan insdutri Kabupaten Bekasi setiap harinya mencapai 750 ton. Akibat keterbatasan jumlah armada sampah, kata Dodi, proses pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng baru mencapai 40-50 persennya.
Lihat juga:TPST Bantargebang dari Waktu ke Waktu |