Menurut Basuki, isu prostitusi di DKI Jakarta hanya berkembang di omongan dari satu orang ke orang lain tapi hingga kini tak ada buktinya.
"Kalau soal mereka membuka macam-macam kami tak bisa jawab karena tak ada bukti, itu hanya omongan dari orang-orang," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok, lokasi lain yang bisa dijadikan tempat prostitusi adalah kawasan perhotelan dan apartemen. Hotel dan apartemen tersebut, kata Ahok, bisa saja digunakan untuk menyimpan wanita-wanita yang bekerja sebagai pekerja seks komersial.
"Di hotel mewah bisa tidak membawa wanita dan disimpan? Apakah harus dirobohkan hotelnya? Kan tak bisa, kecuali kalian bisa membuktikan," ujar Ahok.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menjelaskan izin yang diberikan pada hotel tersebut hanyalah izin usaha serta izin tempat hiburan yang ada di dalamnya. Jika ternyata ada praktik prostitusi di dalamnya maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penertiban.
"Nanti kami akan minta Dinas Pariwisata dan Satpol PP (untuk mengecek) karena perizinan dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata," kata Saefullah saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2).
Saat melakukan rapat pimpinan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kemarin siang, Saefullah menyebut bahws sang gubernur sempat menyinggung soal penutupan tempat hiburan Stadium pada 2014 lalu. Ahok, sapaan Basuki, menanyakan kenapa tak ada lagi penutupan semacam itu terjadi di Jakarta.
Sebagai catatan, Stadium ditutup bukan karena ada praktik prostitusi di dalamnya melainkan ditemukan fakta telah terjadi peredaran narkoba yang cukup besar.
Tak jauh berbeda dengan Stadium dan narkoba, Saefullah menilai jika di Alexis terbukti ada praktik prostitusi maka hotel tersebut harus ditutup karena melanggar izin usahanya.
"Sekarang Alexis itu prostitusinya di mana? Kan tak jelas juga. Jika ada prostitusi maka harus ditutup Alexisnya," kata dia. (bag)