"Saya menyadari perkembangan TNI yang kondisional dan harus mampu mendorong alutsista," kata Jokowi dalam kata sambutan rapat terbatas Pembangunan Kekuatan TNI di Kantor Presiden, Selasa (23/2).
Lebih jauh, Jokowi menekankan peningkatan pemanfaatan alutsista tersebut sejalan dengan peningkatan anggaran yang dialokasikan pemerintah kepada TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau naik di atas 6 persen maka anggaran naik jadi 1,5 persen dari PDB. Ini jumlah luar biasa karena mencapai hingga Rp 250 triliun," kata Jokowi.
Selain menekankan pada maksimalisasi penggunaan anggaran, Jokowi juga menekankan kepada peserta rapat perlunya penggunaan produk pertahanan keamanan dalam negeri.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan persoalan penguatan TNI menjadi isu khusus dalam ratas. Sebabnya, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga kesiapan dini dan alutsista menjadi penting.
"Adanya kompetisi internasional dan global mendorong dibutuhkannya TNI, alutsista dan alat tempur yang kuat," ujar Pramono.
Turut hadir dalam rapat terbatas Menteri Polhukam Luhut, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. (bag)