Hal tersebut cukup menjadi perhatian karena Kementerian Dalam Negeri memiliki target untuk membuat data kependudukan Indonesia yang akurat mulai tahun ini.
"Masih ada 8 juta e-KTP ganda saat saya masuk jadi Mendagri dan dari 254 juta penduduk baru 30 persen yang memiliki akte kelahiran. Kemudian masih ada 3 juta penduduk yang belum mendapatkan KTP sampai sekarang," ujar Tjahjo di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan kemarin.
Lihat juga:KTP Elektronik Kini Berlaku Seumur Hidup |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rendahnya angka kepemilikan akta kelahiran di Indonesia menjadi hambatan bagi Kemendagri untuk menjalankan beberapa programnya tahun ini. Salah satu program yang dapat terhambat adalah penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak di bawah umur 17 tahun.
Anak yang memiliki KIA dijanjikan dapat membuat rekening tabungan di bank atas nama sendiri tanpa harus menumpang pada nama orang tua atau walinya. Selain itu, data mereka juga akan tersimpan hingga digunakan untuk menerbitkan KTP saat telah mencapai umur 17 tahun.