BPS: Kemiskinan Berkurang Bila Konsumsi Rokok Dikurangi

Antara, Yuliawati, CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2016 17:01 WIB
BPS: Kemiskinan Berkurang Bila Konsumsi Rokok Dikurangi Ilustrasi rokok REUTERS/Petr Josek
Jakarta, CNN Indonesia -- Angka kemiskinan di Indonesia bisa berkurang bila konsumsi tembakau dikendalikan dan orang miskin tidak lagi merokok.  "Bila uang untuk membeli rokok digunakan memenuhi gizi keluarga, rumah tangga miskin bisa lebih sejahtera," kata Kepala Subdit Statistik Kerawanan Sosial Badan Pusat Statistik Ahmad Avenzora, di Jakarta, Selasa (23/2/2016) seperti dilaporkan Antara.

Ahmad mengatakan bahwa konsep kemiskinan yang digunakan BPS adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

Kebutuhan dasar makanan ditentukan sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari berdasarkan 52 jenis komoditas makanan dan minuman serta tembakau.
Kebutuhan dasar bukan makanan ditetapkan berdasarkan 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas di perdesaan.


"Tembakau dan rokok sama sekali tidak memiliki nilai kalori sehingga tidak menyumbang apa pun dalam mengangkat rumah tangga miskin dari garis kemiskinan. Tentu sangat berbeda bila uang untuk membeli rokok digunakan untuk membeli telur," tuturnya.

Ahmad mengatakan bahwa rokok kretek filter berada pada posisi kedua sebagai komoditas yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan.
Berdasarkan survei BPS pada bulan September 2015, rokok kretek filter menyumbang kemiskinan 8,08 persen di perkotaan dan 7,68 persen di perdesaan. (yul)