Legislator Kecam Kontestan Miss Indonesia Atas Namakan Aceh

Bagus Wijanarko, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2016 12:05 WIB
Legislator Kecam Kontestan Miss Indonesia Atas Namakan Aceh Ketua Komisi-D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar mengecam kontestan Miss Indonesia yang mengatasnamakan dan mewakili Aceh, karena membuat citra daerah yang sedang melaksanakan syariat Islam menjadi kurang baik. (Dok. missindonesia.co.id)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Ketua Komisi-D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar mengecam kontestan Miss Indonesia yang mengatasnamakan dan mewakili Aceh, karena membuat citra daerah yang sedang melaksanakan syariat Islam menjadi kurang baik.

"Kami mengecam tindakan seorang peserta Miss Indonesia 2016 atas nama Flavia Celly Jatmiko yang dengan beraninya mengklaim mewakili Aceh," kata Farid Nyak Umar di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Kamis (25/2).

Legislator Fraksi PKS-Gerindra ini mengatakan tindakan Flavia yang mengatasnamakan Aceh telah melukai upaya penegakan Syariat Islam di Aceh.


Sebab, kata dia, dara kelahiran Surabaya, 10 Agustus 1994 ini tidak mengenakan busana muslimah. Apalagi, kontes tersebut identik dengan pakaian minim atau bikini yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
Farid juga mengecam panitia penyelenggara Miss Indonesia 2016 yang telah secara sepihak memasukkan peserta atas nama Aceh. Sebab, ajang Miss Indonesia jelas-jelas bertentangan dengan penerapan Syariat Islam dan budaya lokal Aceh.
"Terhadap perempuan Aceh asli saja kami tidak sepakat untuk mengikuti kontes kecantikan tersebut. Apalagi terhadap orang yang notabene berada di luar Aceh lalu mengatasnamakan Aceh," ujar Farid.

Farid mendesak Pemerintah Aceh untuk dapat bersikap tegas terhadap persoalan ini. Sebab, masalah ini bukan kali pertama terjadi. Aceh katanya berulang kali kecolongan di ajang yang dinilai mengumbar aurat tersebut.

Salah satu contohnya pada 2015 ketika ada perempuan yang mengklaim mewakili Aceh ke ajang Miss Indonesia. “Kami juga mendesak ulama dan umara Aceh mengeluarkan aturan khusus yang melarang perempuan Aceh menjadi peserta kontes kecantikan Miss Indonesia karena ajang ini membuka aurat perempuan," ujar dia.

Farid berharap ada sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti memberikan rekomendasi kepada Miss Indonesia. "Kami berharap di tahun mendatang, Pemerintah dapat melakukan upaya preventif, sehingga tidak ada orang yang secara sepihak mengklaim mewakili Aceh di ajang tersebut," kata Farid.

Hasil penelusuran di laman Miss Indonesia, Flavia memiliki ayah berasal dari Kediri dan ibu dari Surabaya. Ia masih berstatus sebagai mahasiswi di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga. (Antara/bag)