Pernyataan tersebut diutarakan Idrus usai diumumkan menjadi satu dari empat calon ketua umum Golkar yang akan diusung Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957.
Idrus menuturkan, gesekan yang yang selama ini kerap terjadi di partainya disebabkan hasrat sang ketua umum untuk menjadi presiden. Rasa haus kekuasaan, menurutnya, dapat kembali merusak Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idrus memaparkan, lingkup menjadi ketua umum partai dan presiden Indonesia berbeda. Alasan itulah yang meyakinkannya untuk membuat perubahan paradigma di partainya.
"Saya akan menciptakam sistem yang memberikan peluang pada seluruh kader Golkar untuk bersaing dan duduk di posisi itu (calon Presiden Indonesia)," katanya.
Untuk bisa menjalankan sistem itu, Idrus berencana menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga survei independen. Kerja sama itu menurutnya akan memberikan gambaran sosok seperti apa yang diinginkan masyarakat.
"Ini semua karena suara Golkar suara rakyat, kami ikuti keinginan rakyat. Begitulah, jika berharap Golkar menjadi besar, jangan mementingkan syahwat kekuasaan masing-masing."
"Tokoh ini tak asing lagi di Kosgoro. Beliau terpanggil menjadi calon ketua umum karena pengalamannya menjadi anggota fraksi di DPR dan juga sekjen partai," kata Agung saat mengumumkan nama Idrus.
(abm)