"Pukul 12.45 WITA, nahkoda ada komunikasi dengan kami bahwa posisi kapal mengalami kemiringan kurang lebih 10 derajat," kata Yusuf saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (4/3).
Setelah mengetahui hal itu, pihaknya menanyakan keadaan di atas kapal kepada nahkoda. Menurut penjelasan nahkoda, kapal berpotensi miring lebih drastis lagi pada saat itu. Pihaknya kemudian menyarankan agar dilakukan tindakan penyelamatan berupa kapal mendekati pantai terdekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses dia (kapal) bergerak dari tengah itu ke posisi pantai rupanya cukup drastis sudut kemiringannya, sehingga pukul 13.09 WITA tepatnya, kapal seluruhnya tenggelam," ucap Yusuf.
"Semua tim tanggap darurat sedang bekerja. Pada saat itu pengendali trayek meminta seluruh kapal yang terdekat, dengan Revalia agar merapat untuk membantu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Yusuf.
Sejauh ini, kata Yusuf pihaknya masih menunggu informasi yang diberikan oleh Syahbandar sebagai penanggungjawab keselamatan kapal.
Sedikitnya 71 penumpang telah dievakuasi dari Kapal Lct Revalia yang berlayar dari Gilimanuk-Ketapang dan tenggelam tidak jauh dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/3) siang.
Azwar mengatakan hingga kini, nahkoda, satu mualim dan ibu berseta anaknya masih terus dicari.
"71 orang sudah dievakuasi. Nahkoda, mualim 1, Ibu dan anak msh dicari. Saat ini proses evakuasi masih dilangsungkan. Semua sumberdaya dikerahkan, kapal di pelabuhan, kapal nelayan, TNI, Polri, dan lainnya. Mohon doa." (pit)