Di Semarang, GMT yang terjadi diperkirakan mirip saat zaman Nabi Muhammad SAW merupakan gerhana matahari sebagian.
Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia Ahmad Izzuddin menyatakan bahwa GMT yang terlihat di Semarang merupakan yang paling baik karena dalam hitungan astronomi memiliki waktu, durasi, dan besar piringan gerhana yang bagus.
"Yang terlihat di Kota Semarang besok adalah gerhana matahari sebagian. Ini istimewa karena persis dan mirip kejadian saat zaman Rasulullah, " kata Izzudin dalam Seminar Nasional bertema 'Menyambut Gerhana Matahari Total 2016' di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Sabtu (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya gerhana kali ini mempunyai selisih 8 persen lebih besar dari gerhana zaman Rasulullah. Gerhana Matahari Sebagian, terjadi saat posisi bulan dengan bumi pada jarak yang sangat dekat. Bahkan hampir sama seperti gerhana matahari total. Bedanya, bumi, bulan dan matahari tidak tepat dalam satu garis lurus.
Saat di zaman Nabi Muhammad, gerhana matahari saat itu menjadi salat gerhana matahari pertama dan terakhir nabi saat hidup. Gerhana itu bahkan bertepatan dengan wafatnya Sayyid Ibrahim, putra nabi dari ibu Maria Al-Ibtiyah. Putra nabi itu wafat tepat pada malam hari sebelum gerhana. (rdk)