Saat mengetahui isi koper tersebut, Desra lantas melapor kepada seorang prajurit TNI Serka Pieter Tarigan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kapolsek Binjai Timur Ajun Komisaris Ngemat Surbakti. Para personel kepolisian langsung mengamankan lokasi penemuan koper berisi bom.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf mengatakan, bom rakitan tersebut terbungkus dalam lakban berwarna coklat susu. Dia menduga bom tersebut berisi paku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bom rakitan, koper tersebut juga berisi sebuah magazin berisi peluru untuk senjata jenis SS1 dan empat magazin untuk FN 45. Ada pula amunisi senjata FN, satu pucuk senjata api rakitan, dan satu pucuk rangkaian senjata jenis FN.
Dalam koper tersebut juga ditemukan tiga lembar peta, dua lembar gambar jenis senjata api laras panjang, sebelas potongan kecil sumbu peledak 50 grin, satu buah bola lampu, dua buah paku ukuran 14 inci dan jenis paku lainnya, serta dua pakaian wanita jenis daster.
Saat ini bom rakitan tersebut telah diledakkan oleh tim penjinak bahan peledak Satuan Brimob Polda Sumut. Sementara barang bukti lainnya diamankan kepolisian Polres Binjai untuk diperiksa. Petugas Labfor Cabang Medan juga meneliti kandungan bom.
Atas temuan koper berbahaya itu, tim Polda Sumut dan satuan Reskrim Polres Binjai melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Pemkot Binjai, Pemkab Langkat, dan Kodim Langkat untuk melakukan upaya hukum. (rdk)