Yusril mengatakan, sejumlah politikus senior yang telah dia hubungi untuk membuat janji bertemu yaitu Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sekaligus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid.
“Saga sudah berencana bertemu semua, hanya sedang mengatur jadwal. Dengan Pak Hidayat Nurwahid kemarin sudah ketemu, hanya mau follow up lebih dalam,” ujar Yusril ketika dihubungi, Senin (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menemui sejumlah elite politik, Yusril juga menyasar kelompok lainnya seperti para ulama yang diagendakan bertemu hari ini. Ketua Umum PBB ini juga akan menemui DPD Partai Golkar DKI Jakarta pukul 13.00 WIB hari ini.
Terkait calon pendampingnya dalam pilkada DKI, Yusril mengaku belum menyiapkan. Namun pilihan calon wakil gubernur akan dia tentukan sendiri, tanpa menolak usul dan rekomendasi dari partai pendukung. “Pada akhirnya memang saya pilih sendiri, tapi tentu menerima masukan juga tidak masalah,” katanya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga menjadi kolega Yusril di PBB, Hamdan Zoelva, mengatakan, setidaknya, ada tiga hal yang perlu dilakukan Yusril untuk memenangkan pertarungan pada pilkada DKI.
Pertama, memastikan partai politik pengusung memiliki tim yang solid untuk mendukung dirinya. Kedua, organisasi kampanye yang menyebar merata di seluruh kotamadya di Jakarta.
“Ketiga, pilihan isu dan program juga harus bisa menunjukkan bahwa itu lebih baik dari calon yang ada sekarang,” kata Hamdan.
Yang juga penting, lanjutnya, calon wakil gubernur pendamping Yusril juga harus mampu menarik pemilih di Jakarta. Sehingga peluang perolehan suara tidak hanya datang dari sosok Yusril dan kekuatan partai politik, tetapi juga dari ketokohan calon gubernur.
“Siapa calon wakil gubernur juga akan sangat memengaruhi pemilih,” tutur Hamdan. (rdk)