Yusril mengungkapkan setelah Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengumumkan tak maju dirinya langsung meningkatkan penggalangan kekuatan untuk merealisasikan keinginannya bertarung satu lawan satu dengan Basuki Tjahaja Purnama yang berstatus sebagai petahana di Pilgub nanti.
"Dengan mundurnya RK (Ridwan Kamil) dari bursa pencalonan Gubernur DKI maka kami meningkatkan penggalangan kekuatan untuk terjadinya head to head melawan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama," kata Yusril melalui keterangan yang diterima CNN Indonesia, Senin (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kana bertemu di Cikeas untuk menjajaki pandangan PD tentang pencalonan Gubernur DKI Jakarta," kata dia.
Menurut Yusril pertemuan dengan tiga partai tersebut hanya menjadi pembuka dari pertemuan selanjutnya dengan partai-partai yang berbeda. Dia berharap safari politik tersebut bisa selesai pada pekan ini.
"Dari rangkaian pertemuan itu kami akan mengerucut pada satu simpulan, yaitu head to head dengan Ahok. Ini kami lakukan agar rakyat bisa fokus memilih gubernur seperti saat Pemilihan Presiden 2014 antara Jokowi vs Prabowo," kata dia.
Sebelumnya, Emil memutuskan tak akan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2017. Ridwan urung maju dengan alasan belum menyelesaikan tugasnya di Bandung.
Menurut Emil, ia bisa saja menjadi calon gubernur DKI Jakarta, tapi tidak sekarang atau dalam Pilkada tahun depan.
"Saya maju ke Jakarta, tapi tidak sekarang. Alias saya tidak akan maju menjadi calon gubernur DKI 2017," kata Emil di Balai Kota Bandung, Senin (29/2) seperti diberitakan Detikcom.
Dengan tegas, Emil mengatakan, pertimbangannya untuk tidak maju di Pilkada DKI hanya satu, yakni belum menyelesaikan tugasnya di periode pertama memimpin ibu kota Jawa Barat.
"Pertimbangan hanya satu. Tugas saya belum selesai di periode pertama," katanya. (pit)