Enam hari sebelumnya, Edi mengaku baru menerima surat mutasinya. Ia dipindahtugaskan, dari orang nomor satu di Lapas Sukamiskin ke Cipinang.
Di Sukamiskin, tugas Edi tak kalah berat. Ia harus mengawasi terpidana kasus pencucian uang, Gayus Tambunan. Serupa Labora, Gayus juga terkenal licin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
September 2015, Edi kebobolan. Foto Gayus yang terlihat sedang makan di sebuah restoran menjadi viral di media sosial. Edi saat itu menjelaskan, Gayus memang mendapatkan izin keluar dari lapas. Edi memperbolehkan Gayus menghadiri sidang gugatan perceraian.
Berdasarkan pengalaman tidak mengenakan itu, Edi mengaku tidak ingin bobol untuk kedua kalinya. "Insya Allah di Cipinang aman," ucapnya.
Blok tersebut memiliki 12 sel. Edi berkata, saat ini tidak ada terpidana lain, kecuali Labora, yang ditempatkan di blok khusus tersebut. Edi memaparkan, setiap sel isolasi di Cipinang terdiri dari satu kamar mandi dan satu tempat tidur.
Meski Labora memiliki sejarah melarikan diri dari lapas, Edi hanya menempatkan satu petugas jaga di blok isolasi. Di sel Labora pun tak terdapat kamera pengintai. "Tidak ada pengamanan khusus untuk dia, sama saja seperti tahanan lain," kata Edi.
Sejak itu, Labora tidak pernah kembali ke lapas. Jumat pekan lalu, ketika hendak dijemput paksa dari rumahnya, petugas Ditjen Pemasyarakatan yang dibantu personel TNI dan Polri tidak menemukan Labora.
Jumat (4/3), Labora melarikan diri saat hendak ditangkap paksa dan dipindahkan dari Lapas Sorong ke Lapas Cipinang. Esekusi pemindahan Labora oleh pihak LP Sorong dan tim Kemenkumham dikawal ratusan aparat Polres Sorong Kota dan Brimob Polda Papua Barat.
Tim tersebut tidak menemukan Labora di kediamannya. Diduga Labora telah melarikan diri melalui jalur laut dari kediamannya sebelum tim tiba.
Lihat juga:Labora Kabur, Menkumham Diminta Mundur |