"Beberapa waktu belakangan telah terjadi tindak kejahatan penipuan dengan modus menawarkan jabatan, baik di berbagai lembaga pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara. Pelaku mencatut nama Menteri Sekretaris Negara Pratikno," kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Kemensesneg, Bey Machmudin, di Jakarta, Selasa (8/3).
Bey menyatakan Mensesneg dan seluruh jajarannya tidak pernah menawarkan jabatan apapun di luar ketentuan perundang-undangan. Oleh sebab itu masyarakat diharapkan berhati-hati dan selalu mengecek ulang bila mengetahui adanya tawaran jabatan, terlebih yang menuntut pemberian imbalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus pencatutan nama Mensesneg telah dilaporkan kepada Sekretaris Militer yang kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk melakukan pelacakan nomor tersebut. Pada akhir Februari, ujar Bey, pelaku akhirnya ditangkap.
"Jika ada oknum yang mengaku-aku sebagai Staf Khusus Presiden selain empat pejabat tersebut, kami mohon bantuan masyarakat untuk melaporkan ke pihak berwajib," ujar Bey. (agk)