"KPK akan terus cari, kan KPK gak boleh stop. Saya percaya KPK profesional," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/3).
Namun, Ahok mengaku lebih senang apabila kasus tersebut dilanjut ke pengadilan. Dia menilai hal tersebut dapat membuat kasus menjadi jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok enggan menanggapi serius perihal KPK yang dituding memihak pada dirinya. Padahal menurutnya KPK sudah bekerja secara profesional. Dia juga sempat menyinggung panggilan dari DPR terkait permasalahan Sumber Waras itu.
BPK menemukan perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar RS Sumber Waras yakni di Jalan Tomang Raya dengan lahan rumah sakit itu sendiri di Jalan Kyai Tapa.
BPK menaksir kerugian negara sebanyak Rp 191 miliar. Dalam laporannya, BPK meminta Ahok untuk membatalkan pembelian.
Ahok juga direkomendasikan meminta pertanggungjawaban Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) agar menyerahkan lokasi fisik tanah di Jalan Kyai Tapa. Tak mengindahkan rekomendasi tersebut, Ahok justru ngotot membeli lahan pembangunan RS Sumber Waras.
Namun, sampai saat ini KPK belum menemukan adanya praktik korupsi dalam aktivitas pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ahok juga sudah mengamini hal tersebut. (bag)