Menurut Ahok, sapaan Basuki, ada peran Joko Widodo sehingga pilihannya jatuh pada Heru Budi. Gubernur DKI Jakarta itu juga membeberkan kinerja dan latar belakang Heru.
Siapa Heru dan bagaimana kinerjanya di Jakarta diketahui Ahok tahun 2013 lalu atau sekitar setahun ia mendampingi Jokowi memerintah ibu kota. "Waktu kasus Waduk Pluit, kami sadar aliran tengah harus dinormalisaai, kami cari siapa yang mengerti," kata Ahok.
Ia minta rekomendasi nama ke Wali Kota Jakarta Utara. Dikirimlah nama Heru yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara. Heru menurut Ahok saat itu sudah berpengalaman menertibkan kawasan yang akan jadi Taman BMW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi, kata Ahok, juga merasa sreg. "Pak Jokowi bilang ke saya, 'Orang ini bagus, tarik dia ke sini (Balai Kota) untuk membantu'," kata Ahok.
Selanjutnya Jokowi mempercayakan kursi Wali Kota Jakarta Utara ke tangan Heru. Alasannya saat itu, sebagai Kepala Biro, Heru tak bisa memerintahkan Wali Kota Jakarta Utara dalam penertiban Waduk Pluit.
Lihat juga:Ahok Enggan Bayar Mahar ke Partai Politik |
Hanya satu tahun ia di Jakarta Utara. Ahok yang menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta lantas kembali menarik Heru ke Balai Kota untuk menjadi Kepala BPKAD.
Sejak satu itu, Heru menjadi salah satu target Ahok untuk menjadi wakilnya kelak. Ahok yang berencana mencalonkan diri lagi memang sudah jauh-jauh hari menyatakan minatnya untuk punya wakil dari birokrat Pemprov DKI Jakarta.
Selain Heru, beberapa kandidat bakal calon wakil dari pegawai negeri sipil adalah Sekretaris Daerah Saefullah, Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Deputi Gubernur, hingga salah satu Wali Kota di Jakarta. Nama-nama tersebut juga yang dilaporkan Ahok ke Presiden Jokowi.
"Dari pertimbangan macam macam, saya berpikir yang paling aman ya Pak Heru," ujar Ahok.
Ahok mengaku lebih memilih Heru ketimbang Saefullah karena faktor politik. Nama Saefullah menurutnya pernah disebut bekas Kepala Inspektorat DKI Jakarta Larso Marbun, tahu soal kasus Uninteruptible Power Supply (UPS).
Disebutnya nama Saefullah menurut Ahok bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya dalam Pilkada nanti. Karena itu Ahok dan memilihnya meski Saefullah memiliki basis massa yang kuat sebagai tokoh Betawi. (sur)