Berdasarkan catatan dan informasi CNNIndonesia.com, setidaknya ada tujuh warga Uighur yang terdeteksi di sana sejak 2014. Empat orang di antaranya, yang membawa paspor Turki, ditangkap di Parigi Moutong dan sudah dihukum penjara enam tahun pada 2015.
Mereka adalah Ahmed Bozoglan, Ahmet Mahmut, Altinci Bayram dan Tuzer Abdul Basit. Hakim memutus keempatnya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Terorisme dan Undang-Undang Keimigrasian. Suku Uighur merupakan suku minoritas di Republik Rakyat Cina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah ketiga ditemukan di Sungai Lariang sore harinya saat petugas menyisir lokasi usai peristiwa tersebut. Namun, belum diketahui apakah jenazah tersebut juga korban baku tembak yang terjadi Selasa atau sebelumnya, 28 Februari lalu.
Santoso Terjepit
Leo mengatakan Santoso dan anak buahnya sudah dalam posisi terjepit sejak Februari lalu. Walau demikian, kata dia, medan yang sulit membuat petugas kesulitan.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami tangkap," ujarnya.
Kekuatan Santoso juga kini sudah mulai terpangkas. Pasukan teroris yang pada 2015 lalu diperkirakan berjumlah 40 orang kini tersisa 25-30 orang, kata Leo.
"Karena ada juga warga yang simpatisan, sempat ditemukan ada warga yang mengirim makanan kepada kelompok Santoso," ujarnya.
Santoso menjadi buron paling dicari karena diduga bertanggungajawab atas serangkaian serangan dan pembunuhan atas anggota Kepolisian sejak awal 2000-an. Belakangan, dia juga menyatakan berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), bahkan mengancam akan menyerang Istana Negara. (yul)