Senator Dukung KPI Hentikan Program 'Dahsyat'

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 18/03/2016 10:52 WIB
Senator Dukung KPI Hentikan Program 'Dahsyat' Zaskia Gotik. (Detikcom/Gusmun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Fahira Idris menegaskan pelaporannya soal kelakar Zaskia Gotik bukan sekadar mempersoalkan kelakuan artis di depan kamera. Lebih dari itu, Fahira menginginkan acara 'Dahsyat' dan program sejenis lainnya dihentikan dan tidak lagi diberikan izin tayang di layar kaca.

"Hentikan programnya. Acara-acara seperti itu banyak mudaratnya. Mereka hanya membuat kelakar-kelakar yang tidak mendidik," ujar Fahira saat berbincang melalui sambungan telepon, Jumat (18/3).

Fahira mengapresiasi tindakan Komisi Penyiaran Indonesia yang telah melayangkan surat teguran dua kali kepada Dahsyat. Dia berharap surat teguran tersebut bisa dimaknai sebagai persoalan yang tidak main-main.


"Ini serius. Mereka ini publik figur dan anak-anak kita ini peniru. Bagaimana mungkin kita membiarkan anak-anak meniru idola yang tidak memberikan pendidikan yang benar," ujar Fahira.

Putri dari politikus senior Fahmi Idris itu berharap KPI bisa diberi kewenangan lebih untuk menindak acara-acara yang tidak layak tayang.

Menurutnya, Undang-Undang Penyiaran perlu direvisi agar KPI diberi keleluasaan lebih dalam menindak acara-acara yang tidak mendidik.

"Harus ada power lebih untuk KPI. Di Malaysia, mereka bisa langsung menggerebek tempat syuting jika mendapati program acara yang buruk," ujarnya.

Program Dahsyat yang tayang di stasiun televisi swasta RCTI terancam dihentikan menyusul candaan Zaskia Gotik saat siaran langsung program tersebut dianggap menghina Pancasila.

Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Agatha Lily menyatakan, kasus Zaskia menjadi teguran terakhir bagi program Dahsyat untuk memperbaiki kualitas tayangan mereka.

“Jika pelanggaran kembali terjadi, maka program tersebut akan kami hentikan kembali,” kata Lily dalam keterangan resminya.

Menurut Lily, pernyataan Zaskia “sangat menghina dan melecehkan kehormatan lambang negara”. Zaskia juga disebut tidak menghargai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan berkata tidak layak saat terlibat dalam tayangan program Dahsyat, Rabu lalu (15/3).

"Artis-artis yang sering salah bicara dan melakukan pelanggaran sangat riskan kalau terus siarkan secara live,” tutur Lily.