Menurutnya, polemik jasa transportasi berbasis aplikasi online harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan konflik horizontal di tengah masyarakat.
"Kami menyambut baik sejumlah pihak yang menghendaki payung hukum regulasi untuk menyelesaikan permasalahan angkutan umum berbasis teknologi aplikasi," kata Fary saat dihubungi, Rabu (23/3).
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendesak pemerintah menciptakan industri jasa transportasi umum yang selalu memprioritaskan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah harus memenuhi standar pelayanan dan mendorong persaiangan yang sehat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tuturnya.
Miryam mengaku sebelumnya telah meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menangani persoalan tersebut.
"Saya sudah memprediksikan akan terjadi konflik horizontal antara penyedia jasa angkutan umum kovensional dengan angkutan umum berbasis aplikasi jika tidak segera ada penyelesaian," ujarnya.
Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu mengecam dan mengutuk keras bentrokan yang terjadi antara sopir angkutan umum dan pengemudi angkutan berbasis aplikasi online kemarin.
Miryam mengajak seluruh pihak untuk bisa menjaga diri. Ketua Umum Srikandi Hanura itu mengatakan, demontrasi dalam rangka menyampaikan aspirasi adalah wajar selama tidak mengganggu dan merusak fasilitas umum apalagi sampai merugikan orang lain.
"Jangan sampai karena masalah kecil seperti ini jadi rusak persaudaran dan pertemanan antar sesama penyedia jasa angkutan umum," ujarnya. (sur)