"Teman Ahok itu cuma kumpulan orang. Mereka (Lulung dan Djarot) cuma sirik saja," kata Ahok ketika ditemui di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Rabu (23/3).
Ahok menegaskan, Teman Ahok bukanlah partai politik yang dinilai tak etis meminjam aset Pemda DKI Jakarta untuk berkantor. Ia mengatakan tak ada prosedur yang dilanggar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markas Teman Ahok memanfaatkan bangunan kosong milik Pemda DKI Jakarta yang disewa Cyrus Network dari pihak swasta, PT Griya Berlian. Biaya sewa pun telah dibayar lunas oleh Cyrus yakni sekitar Rp150 juta saban tahunnya sejak tahun 2014. Diketahui, rumah tersebut semula digunakan untuk penampungan logistik Pemilihan Presiden sejak tahun 2014 dengan kerja sana sewa hingga 2016. Sementara sejak tahun 2012, Cyrus telah menyewa satu unit bangunan di kawasan yang sama.
Terkait polemik ini, Lulung dan Djarot menilai Ahok melanggar etika dan menyarankan markas Teman Ahok untuk dipindahkan. (bag)