"Ini merupakan tantangan berat bagi kami karena jumlah mereka sangat banyak," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Santoso di Jakarta.
Ia berharap perusahaan dan pekerja jasa konstruksi yang umumnya tukang bangunan, segera mendaftar menjadi peserta BPJS Ketegakerjaan mengingat risiko pekerjaan mereka cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika terjadi kecelakaan kerja, pengobatan akan diberikan tanpa limit. Jika tak bisa lagi bekerja, akan mendapat pengganti gaji. Jika meninggal, keluarga akan menerima satunan dan anaknya diberi beasiswa," ujar Agus.
Saat ini tercatat peserta BPJS Ketenagakerjaan berjumlah 19,2 juta tenaga kerja. Sejak Januari hingga Maret 2016, BPJS Ketenagakerjaan telah mencairkan dana sekitar Rp3 triliun. (bag)