Terbaru, Ahok bercerita mengenai kondisi saat dia bekerja di hadapan kader Partai Hanura dalam acara deklarasi dukungan kepada dirinya.
Ahok berkata, kondisi ruangan tempat dia bekerja penuh sesak. Sebab, dia harus berbagi tempat dengan staf dan peserta magang di Provinsi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru seminggu buka, yang daftar 2.700 orang dan kami hanya terima 30 orang," kata Ahok saat berpidato di hadapan kader Partai Hanura, kemarin.
"Dia bilang, 'lebih gampang masuk Harvard daripada magang di tempat Bapak'," ujar Ahok menirukan percakapannya.
Selain itu, dia menceritakan hal lain. Dimana, saat musim penghujan, Ahok berkata kerap kali harus bangun tidur lebih awal untuk memantau kondisi banjir. Menurutnya, hal itu sebagai bukti bahwa dia benar-benar bekerja.
Satpam dan petugas kebersihan, ucap Ahok, mengetahui segala bentuk aktivitasnya selama di kantor.
"Saya bekerja, tidak terima suap, tidak berpihak. Satpam dan office boy. Semua orang tahu saya kerja berapa jam," ucapnya disambut riuh rendah suara dukungan kepada Ahok dan tepuk tangan dari para kader Hanura.
Saat ini, Ahok yang memutuskan maju sebagai calon independen dalam gelaran pemilihan gubernur 2017 mendatang, telah mengantongi dua dukungan dari Partai Hanura dan Nasdem.
Teman Ahok sebagai relawan, saat ini masih berupaya mengumpulkan kembali identitas warga Jakarta setelah sebelumnya mendapat 784.977 ribu KTP.
Dilansir dari situs temanahok.com, kini telah terkumpul 280.877 KTP untuk Ahok dan calon wakilnya Heru Budi Hartono, dari target minimum syarat yang ditetapkan KPU, yakni 532.000 KTP. (bag)