Informasi itu disampaikan oleh salah satu personel Intelijen TNI AD saat mendatangi kediaman Alvian Elvis Repi, salah satu anak buah kapal yang ikut disandera perompak.
Tim Intelijen mendatangi kediaman Alvian di Jalan Swasembada Barat XVII Nomor 25, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mengorek informasi terakhir yang didapat kerabat Alvian demi kepentingan informasi yang akan dilakukan oleh TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentara sudah siap semua, tinggal tergantung sana. Kita jangan mengganggu rumah orang. Kalau dia (Filipina) bilang siap (membebaskan sendiri), kita nonton saja. Tapi kalau dia minta bantuan untuk menangani, kita masuk,” kata Ryamizard di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.
Ryamizard mengatakan telah berulang kali mengusulkan patroli bersama antara Filipina dan Indonesia untuk menghindari aksi penyanderaan seperti yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf ini.
Menurut Menhan, koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Filipina tidak berjalan baik. Para perompak, menurutnya, pun memanfaatkan ketegangan konflik di Laut China Selatan. (gil)