"Tutup jalan. Mari kita tutup jalan. Pak Polisi jemput KPK untuk bertemu! Mana KPK? Lima menit saja," kata seorang orator.
Pedemo yang mayoritas berpakaian serba baju putih berhasil melumpuhkan Jalan HR Rasuna Said selama beberapa menit. Bunyi klakson kendaraan yang melintas di jalur sibuk tak digubris para pengunjuk rasa.
Ketua Jakarta Bersyariah Habib Rizieq Shihab terlihat mondar-mandir di depan gedung KPK. Ia melobi petugas keamanan lembaga antirasuah agar keinginan mereka bisa disampaikan ke perwakilan KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya, massa menuntut KPK menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan korupsi jual beli lahan RS Sumber Waras. Mereka juga meminta KPK untuk menelisik keterlibatan Ahok dalam dugaan korupsi Raperda Reklamasi Pantai Jakarta.
"Hei KPK tangkap Ahok sekarang juga. Ganyang koruptor. Keadilan untuk semua orang apa pun bangsa dan agamanya," kata orator sekaligus Ketua Badan Pekerja Harian Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah Muhammad Al Khaththath di depan Kantor KPK, Jakarta, Senin (4/4).
Sementara itu, dalam kasus reklamasi, KPK telah menetapkan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi. Sanusi dicokok KPK bersama Sekretaris Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Berlian, dan karyawan PT APL Trinanta Prihantoro pada Kamis (31/3). Saat itu, KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp1,14 miliar.
Trinanta dan Sanusi ditetapkan sebagai tersangka usai jalani pemeriksaan. KPK juga menetapkan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja sebagai tersangka lantaran menjadi insiator penyuapan kepada Sanusi. Ariesman diduga menyuap Sanusi sebesar Rp2 miliar. (sur)