Menurut Tito, kantor permanen dibutuhkan di Jakarta untuk memperkuat kemampuan dan membangun sistem sinergi dengan lembaga yang lain. Kantor di Sentul bukan khusus digunakan oleh BNPT, namun tempat pelatihan dan pusat deradikalisasi.
"BNPT tidak punya gedung permanen di Jakarta. Kami ingin buat crisis center untuk monitoring real time dan terkoneksi," kata Tito di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/4) saat rapat kerja dengan Komisi III.
Dia mengeluh, apabila BNPT mengundang instansi lain, Kantor BNPT langsung penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan tanggung-tanggung, anggarkan semua termasuk gedung dan markas. Jangan hidup segan, dioptimalkan tidak," kata Adies.
Menurutnya, selama ini BNPT sama sekali tidak dioptimalkan tugas dan fungsinya. Anggota Komisi Hukum dari Fraksi PDIP Herman Heri menyampaikan hal serupa. Dia menyoroti anggaran BNPT kurang mencukupi.
"BNPT seperti pelengkap. Dengan anggaran dan personel yang ada, seakan-akan BNPT boleh hadir boleh tidak," kata Herman. (sur)