Namun, setelah itu kejaksaan langsung meminta status cegah dan pencabutan paspor dilakukan karena La Nyalla kembali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur.
Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung berkata, pencabutan dan pengaktifan status cegah untuk La Nyalla harus dilakukan sesuai prosedur. Pasalnya, status tersangka sempat lepas dari La Nyalla setelah gugatan praperadilannya dimenangkan Pengadilan Negeri Surabaya, kemarin pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mempertahankan status cegah La Nyalla, Kejati Jawa Timur juga sudah meminta bantuan Interpol untuk mengejar sang buron di luar negeri. Berdasarkan informasi terkini, La Nyalla saat ini masih berada di Singapura.
"La Nyalla tidak bisa lama-lama di luar negeri, dia harus dikembalikan kan. Ya dideportasi kali ya, karena kan dia sudah tidak berhak tinggal di situ. Setelah itu baru saya ambil. Nanti imigrasi menghubungi kita," katanya.
La Nyalla saat ini telah kembali menjadi tersangka kasus korupsi di Kadin Jawa Timur. penetapannya sebagai tersangka tertulis dalam surat perintah penyidikan (sprindik) baru bernomor Print-397/0.5/Fd.1/04/2016. Setelah sprindik baru terbit, penyidikan kasus dugaan korupsi dana Kadin Jawa Timur akan dimulai kembali dari awal.
La Nyalla ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur senilai Rp5,3 miliar. Ia diduga menggunakan dana hibah Kadin sebesar Rp5,3 miliar untuk kepentingan pembelian saham dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering) Bank Jatim pada 2012. (obs)