"Setelah kami cek informasinya ke petugas di lapangan, ternyata informasi dan foto itu tidak benar," katanya saat dihubungi Antara.
Sebelumnya beredar luas satu keping foto yang terdiri atas dua gambar yakni Santoso yang menyandang senjata, berkaos loreng, menggunakan jaket bertutup kepala serta memakai tongkat, dan sebuah foto seorang laki-laki mirip wajah Santoso yang tergeletak tak bernyawa di atas tanah dan di pinggangnya terikat sebuah parang dan sarungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada penyisiran oleh petugas tadi sore, namun tidak ada peristiwa seperti yang tersebar di foto itu," ujar Hari.
Kelompok Santoso yang diperkirakan masih berjumlah 27 orang - setelah dua orang ditangkap hidup pada Jumat, 15 April -- kini semakin terdesak, kekurangan logistik dan terpecah alias tidak kompak lagi.
Karena itu, Kapolri dan Kepala BNPT berharap Operasi Tinombala yang telah berjalan dengan baik sejak Januari 2016 ini akan segera selesai alias mencapai tujuannya yakni menangkap Santoso dan para pengikutnya.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan bahwa selama Operasi Tinombala 2016, Satuan Tugas (Satgas) gabungan Polri dan TNI tersebut telah menangkap 14 orang anggota kelompok Santoso, dimana empat orang ditangkap hidup dan 10 orang tewas.
Dengan demikian, kelompok Santos yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) saat ini berjumlah 27 orang, tiga di antaranya perempuan dan dua orang warga negara asing. (antara)