"Eksekutif tidak ada komunikasi dengan legislatif," kata Anggota Komisi A DPRD DKI Inggard Joshua dalam pertemuan dengan warga korban penggusuran Pasar Ikan, Luar Batang, di Gedung DPRD DKI, Senin (18/4).
DPRD juga menyesalkan penanganan korban penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta. Salah satu lokasi rumah susun yang disediakan, yakni di Rawa Bebek, lokasinya terlalu jauh. Hal ini menurut Inggard sama saja menyusahkan warga karena jauh dari tempat di mana mereka mencari nafkah selama ini.
Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, penggusuran warga serta penanganan tak memadai korban pengungsian adalah bukti kesewenang-wenangan Pemprov DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu Prasetio berencana meminta pemerintah dan warga sama-sama menunjukkan bukti kepemilikan tanah.
Penggusuran dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap Pasar Ikan pekan lalu. Lebih dari 500 bangunan dirobohkan. Ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Menrutu aktivis hak asasi manusia Ratna Sarumpaet yang selama ini mendampingi warga, lebih dari 300 kepala keluarga masih tinggal di rumah saudara mereka, masjid dan beberapa tempat lain. (sur)