Wakil Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso mendukung alasan usulan syarat biaya setor bakal calon ketua umum untuk penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), yang besarannya mencapai Rp5-10 miliar.
Dukungan itu, kata dia, setelah mendapat penjelasan dari panitia pengarah atau steering committee (SC) bahwa biaya ini merupakan iuran gotong royong untuk mengurangi politik uang. Meski, untuk nominal dia belum menyetujuinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Priyo memberi catatan, agar panitia penyelenggara memberi penjelasan mengenai persyaratan biaya tersebut secara transparan dan terbuka. Selain itu, lanjutnya,
"Nanti akan di plenokan di partai, kalau itu keputusan bersama saya ikut," kata dia.
Eksponen '66 Tolak Iuran
Anggota Eksponen '66 Teddy Suhari menilai iuran atau syarat biaya setor calon ketua umum pada Munaslub tidak perlu. Menurutnya, iuran lebih baik dilakukan secara sukarela tanpa perlu diatur lebih lanjut.
"Kalau emang benar-benar mau jadi Munaslub yang rekonsiliatif dan berkeadilan dimohon jangan ada yang kayak gitu lah," ujar Tedi.
Rapat pleno panitia penyelenggara Munaslub Partai Golkar semalam, merumuskan kewajiban biaya setor bagi bakal calon ketua umum untuk Munaslub, senilai Rp5-10 miliar.
Ketua Panitia Pengarah atau Steering Committee Munaslub Golkar Nurdin Halid menjelaskan, biaya itu wajib dibayar bakal calon setelah lolos verifikasi.
Sebab, pembiayaan Munaslub, kata dia, akan ditanggung bersama secara gotong royong antara bakal calon, panitia dan Dewan Pimpinan Pusat. (bag/bag)