Retno berkata, ia memperoleh informasi tersebut saat menjalankan kunjungan kenegaraan di Belanda.
"Terakhir percakapan saya dengan Menlu Filipina, WNI dalam keadaan baik," ujar Retno di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan terus memonitor perkembangan pembayaran tebusan terhadap para warga Indonesia yang disandera Abu Sayyaf.
"Tebusan untuk 10 orang itu sedang difinalisasi oleh perusahaan. Ditunggu saja," kata Luhut setelah memberi kuliah umum di Universitas Indonesia, Rabu (20/4).
Sepuluh WNI yang disandera Abu Sayyaf merupakan awak kapal Anand 12 dan Brahma 12. Saat diculik, mereka sedang membawa tujuh ribu ton batu bara dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Filipina.
Selain sepuluh sandera itu, empat WNI lainnya juga disandera sebuah kelompok bersenjata di Filipina. Kejadian itu disebut terjadi 15 April lalu.
Empat WNI itu adalah awak kapal tunda TB Henry dan tongkang Crista. Kapal mereka dibajak dalam pelayaran dari Cebu, Filipina menuju Tarakan, Kalimantan Utara.
Pemerintah saat ini masih mengkaji penyanderaan yang dilakukan terhadap empat WNI itu, berkaitan dengan kepentingan politik tertentu atau bermotifkan uang.
Lihat juga:Tebusan Sandera Abu Sayyaf dalam Tahap Final |