Lima warga negara China tersebut kata Sri masuk Halim dengan menjebol pagar tol. “Mereka ditangkap ketika bawahan saya melakukan patroli rutin. Mereka (lima orang WNA China) masuk lewat tol Halim,” kata Sri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/4).
Sri menjelaskan pihaknya sebenarnya selalu melakukan patroli rutin. Otoritas Bandara Halim katanya telah memanggil PT Wika sebagai salah satu kontraktor pengerjaan proyek pembangunan kereta cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kejadian ini, Sri mengatakan pihaknya tidak melakukan penambahan keamanan di Halim. Cuma, patroli rutin tetap diberlakukan. Ia telah memberi instruksi kepada anak buahnya agar memperkarakan masuknya kelima WN China tersebut ke polisi.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak TNI AU,” kata Heru.
Lima WNA tersebut saat ini diamankan di rumah detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Lima orang yang diamankan masing-masing berinisial CQ, ZH, XW, WJ dan GL. Mereka diketahui berada di Indonesia untuk bekerja dalam proyek pembangunan jalur kereta api cepat di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma. Mereka diamankan setelah ada laporan dari TNI Angkatan Udara ketika melakukan pengeboran untuk mengambil sampel tanah terkait pembangunan proyek kereta cepat. (bag)